Dengan hati yang tulus dan berbagi pengalaman hidup dalam
menempuh arti dari sebuah jati diri yang konon bayak kita dengar dari kalangan
sufi.siapa diri ini dan kemana tujuan yang sebernarnya ntuk apa kita berada di
dunya ini.bersamaan dengan hal ini saya kutifkan sebuah hadist yang kalangan
ummat sare’at membantah akan adanya hadits ini yang artinya: Barang siapa
mengenal dirinya maka kenal ia akan Tuhannya.
Berawal
dari sebuah perjalanan hidup tuk mengapai tujuan yang sesungguhnya.saya sedikit
bercerita tentang pengalaman saya dalam menuntut ilmu tarekat sampai yang
namanya hakekat dan makrifat,dulu ada se orang guru dari perendekan motosio
kuripan selatan yangdatang mengajar ke kampong saya dia mengajarkan tarekat
qadariah wanaqsabandi dia juga engajarkan ilmu kebatinan selama saya duduk di
majlis ini banyak pengalaman yang saya dapati dari saya yang buta sampai
melihat hakekat keTuhanan dan banyak saya kenal dari diri saya sendiri islam
dan yang di islam kan hidup dan yang di hidupkan semua terlihat jelas tampa ada
tirai atau selubung dari diri sya,sebenarnya hakekat dengan makrifat tidak biasa
di ajarkan dan mangajar,hakekat dan makrifat biasa kita raih dengan kesucian
hati dan ke inginan serta keberanian dalam menjalankan prinsip yang kuat dan
mental yang kokoh agar kita tidak terperosok dalam lembah kesyrikan,
Selama saya duduk di majlis saya mendapat berbagai cobaan
dan hinaan dari kalangan keluarga yang trdekat ibu’dan bpk saya trutama semua
tetangga menghina katanya saya menuntut ilmu yang sesat dan kalangan pemuka
agama di kampong saya munghujat dan menentang karna ilmu yang di ajarkan
salah.Sejauh ini dalam pandangan saya pribadi tidak ada unsur yang negative atu
ajaran menurut mereka yang tidak mengerti akan semua ini karna mereka sibuk
dengan urusan orang lain itulah ilmu sara’selalu menjatuhkan hokum yang blum
jelas terhadap orang lain dan berani memastikan sebelum ia melihat dimana letak
dari permasalahan.saya juga pernah mendalami ilmu fikih dan nahu di pondok
pesantren Al-raissiah sekarbela jadi saya faham betul dan tujuan untuk menuntut
ilmu itu.saya cotohkan dalam sifat ilmu sara,pertama ingin di puja,kedua selalu
merasa bisa,merendahkan orang lain ria’ takabbur.inilah sifatnya ilmu ini karna
apa apa kita merasa bisa lupa sama yang bisa yang mempunyai ilmu Yaitu Tuhan
pemilik sgalanya.
Dan
mereka mengngap orang lain faham ilmu mengangap orang syrik tapi dia tidak tau
lebih syrik mereka menduakan Tuhan dengan ilmu yang mereka bawa padahal ilmu
itu tidak kan mampu membawa kita ke tujuan yang sebenarnya karna apa kita
mengandalkan ilmu bukan Tuhan.hanya hati yang ihlas dan sifat yang merendah
diri terhadap oranglain dan tetap menghambakan diri pada Allah bukan pada yang
lain termasuk menghambakan diri pada ilmu insaya Allah kita kan sampai pada tujuan
yang hakiki.
Dan satu lagi kita masih bisa di perdaya oleh bahasa padahal
dlam Al qurn Allah berfirman di turunkanNya utusan itu menurut bahasa mereka
agar mereka faham, jadi bukan dalam bahsa arab saja ini perlu di hayati
maknanya karna Allah itu tidak buta tuli dengan bahasa bhasa hambanya,krna dia
yang menciptakan mu dan apa yang kamu perbuat.
Alhamdulillah
berkat bimbingan beliau saya menyadari arti dari sebuah hidup walaupun saya
blum menduduki martabat yang sebenarnya terserah sama yang memiliki hidup saya
karna yang menentukan semua ini adalah Dia yang maha hidup,pada dasarnya kita
tidak ada yang ada hanya Allah yang maha esa,dari itu kita di tuntut untuk
menngenal dan tau siapa didri kita ini,kita hanya pelantara dan sebenarnya
menjadi kesaksian akan adanya Allah.Jadi jangan sekadar tau hokum hokum di but
agar di laksanakan bukan untuk di langgar.Tapi apa mereka yang memegang hokum
kebanyakan melanggar hkum yang mereka bawa,perlu juga kita fahami apa itu:Allah
tidak ada awal tidak ada akhir,Muhammad ada awal tidak ada akhir dan Adam ada
awal ada akhir. Nah ini harus kita pahami betul akan maknanya agar kita menjadi
se orang hamba dan mengetahwi kita menghambakan diri pada sipa
Pada
suat hari saya di ajak jalan sama guru saya ke tempat orang orang yan di anggap
mempunyai kelebihan dan keramat, mulai dari yang di ketejer desa rumak Lombok
barat. Orang ini aneh coba anda bayangkan dia tidak memakai sehelai benungpun
di badannya apalgi memakai baju.dia seperti anak anak tampa pakaian.kalau kita
melihat ini pasti berfikir orang ini sesat dan keluar dari tatanan sare’at pada
ummumnya tidak menutupi aurat ini salah dalam pandangan sara’ di sini lah harus
kita bisa kaji dengan nalar yang dan fikiran yang cemat.menurut salah seorang
yang bisa mengkaji dari apa yang di dapati sesungguhnya kita sewktu lahir tidak
memakai pakaian tampa sehelai benang pun di badan kita,jadi kesimpulannya dia
mempertahankan apa yang dia bawa dari sejak lahir bhwa dia tidak membawa apa
apa selalu bersikap seperti anak anak tidak silau oleh kemewahan dunia ini dan
tidak bermegah dan pamer dalam memakai apa yang bukan miliknya.dan tidak akan
menutupi cacatnya pada manusia dan terhadap Tuhan yang maha esa.menurut sara’
kita di anjurkan menutupi aurat kita yang sudah ada batasnya laki laki dan
perempuan.coba kita kaji menutup aurat yaitu batas yang harus kita jaga dan
tutupi dari pandangan manusia, yang menurut saya aurat yang perlu di jaga dalah
batasan antra perbuatan kita jangan sampai kita menyakiti oranglin dan mecela
sesama dan merampas hak azasi orang lai karna kita sudah mempunyai batasn yang
harurus kita jaga.
Dan
yang kedua saya berjalan keselatan barat di pingiran kota gerung disana saya
temui laki laki tua yang tangan dan kakinya tidak normal sebelah dia sering di
panggil mamik epek yang nama aslinya mamik
minah dia juga pada waktu itu ndak bisa ngomong/bisu,di tempat dialah
yang sering saya kunjungi dan dia sering menyuruh saya tuk dating kerumah
sayapun tak habis piker untuk apa saya harus datang saya ndak ndak ngerti apa
maksud beliau.
Terus sewaktu ada acara di tempat rumah guru saya yang di
kuripan,saya bertemu seorang laki laki aneh tampangnya,dia di panggil dengan
mamik jogang yang nama aslinya tidak ada yang tau asal usulnyapun barmacam
cerita,saya tidak berani dekat ma beliau karna apa alasannya saya takut enth
apa yang saya takutkan mungkuin saya sendiri yang merasakan,kalau teman teman
yang lain semua pada merapat mendengarkan cerita dan nasehat.beliau tinngal
ndak pada satu tempat suka berpindah dulu sewaktu saya menemui beliau untuk
mempelajari kunci dari semua ilmu.saya temui beliau di desa dasan empal Lombok
tengah,dan yang sekarang beliau tingal di sukerare masih wilyah setempat cuman
bergeser sedikit ke utara timur -+2klm dari tmpat semula, konon kabarnya dia
pernah menjadi monyet dan di kurung berapa tahun yang lalau,mempunyai pasangan
yang sampai sekarang blum di lepas saya pernah datang dimana ia dulu di jaga
yaitu di daerah pujut di desa balow rue pujut jonggat.di sana ada se orang
wanita yang juga pernah saya datangi bersama guru saya dia di panggil dengan
nama bu’tik,yang ini kabarnya saya denger dari guru saya dia adalah seorang
putrid dari kayangan yang asal usulnya pun pernah saya di ceritakan oleh guru
saya,macam kbar dari yang lain dia adalah jelmaan dari se ekor buaya
Percaya atau tidak terserah sama pribadi masing masing
kebenaran ada pada diri kita bukan pada orang lain .
Di kota
perya desa puyung di sana saya juga berkunjung ke rumah mamik dalang tak lupa
seperti biasanya saya dan guru saya dateng bersama kawan kawan tapi sayang
orangnya tidak ada tapi kedatangan untuk kedua kalinya saya dan guru saya Cuma
berdua ahirnya berjumpa dengan mamik dalang,kenapa dia di panggil mamik dalang
karna dia seni dalam budaya perwayangan dan se kaligus mejadi dalang,yang nama
aslinya L. irwan orang tua yang satu ini
suka berjalan dalam tugas sehari harinya adalah memperbaiki mkam makam para
wali yang ada di Indonesia konon dia juga pernah mendatangi makam M.sukarno
yang di belitar ,sampai dia pernah datang ke luar wilayah Negara yaitu singapur
Malaysia,saya penah bertanya secara langsung kok bisa tau bahwa yang anda
perbaiki itu makam seorang wali.?dia jawab sebenernya saya tidak tau tapai pada
malam hari dia yang mempunyai makam itu datang sendiri ke tempat saya meminta
untuk di perbaiki makamnya,gitu jawabnya,dan sat lagi anehnya dia suka minum
tuak sama berem.padahal dalam ajaran agama islam barang yang memabokkan di
haramkan,tapi coba kita berpikir dengan jernih kaji dalam dalam sesuatu yang mamabukan di haramkan,sebenernya
banyak yang memabok kan adakah mabok itu bener dan adakah mabok itu
salah,menurut saya kita cuman sekedar mnjauhi dari yang kita imani yaitu Al
quran tapi kita belum meng kias arti dari keseluruhannya apaun jenis dan
perbuatan yang melebihi batas smasih di hiasi dengan sifat keduniaan itu adalah
di haramkan,menupuk harta dengan berlebihan itu juga di haramkan kalau kita
pandai bersedekah,memakan makanan yang halal di haramkan juga kalau
berlebihan,tapi cobalah mabok dengan dan gila dengan yang hak yaitu Allah dan
yang pantas di puja adalah Dia.sampai engkau mabok akan dan berlebihan
memujinya dalam hal ini tidak ada batasan bagi manusia.asal dngan ke
ihlasan,sebagaimana engkau meminum barang yang engkau senangi.
Masih
di wilayah kota peraya nama panggilanya mamik azis yang saya denger nama
aslinya R.sukri yang asal usulnya tidak
ada orang yang tau bahkan sampai mertuanya sendiri.orang tua ini sulit sekali
rasanya untuk berjumpa bahkan ada penjaga pribadinya sebagai juru bicara untuk
tamu yang tujuan dan keperluannya apa.tidak seperti yang lain kita datang dan
yang menyambut dia sendiri tapi kalaw mamik azis lain dia beda dengan yang lain
walaupun kita sudah duduk,duduknya pun ada berugak tempat husus tamu yan mau
bertemu dengan beliau,harus kita menunggu jawaban dulu baru kita bisa
bertemu,mamik Azis ini saya denger sering pulang pergi ke Jakarta kalau urusan
ada apa di Jakarta saya tidak tau,dan dia di antara orang orang yang saya
jumpai lumayan punya hunian yang mewah,ndk seperti yang lain sederhana kadang
ada yang masih rumahnya berdinding pagar anyaman dari bambu lantainya
tanah,atap dengan alang alang,kebetulan saya pernah di ceritakan oleh yang
pernah berobat pada mamik azis masih dari anak guru saya, dia menderita lumpuh
tidak bisa berjalan dan tak pernah bangun dari tempat tidurnya berbulan bulan
pada waktu itu beliu datang dengan cara gaib tampa ada yang tau kecuali yang
sakit ini,dia pernah di lempari buah apel dari gunung renjani dan di makan sama
yang sakit,dia sendiri pun pernah meminjam raga yang sakit ini untuk mengobati
orang lain anehkan padahal si sakit ini butuh pengobatan bukan mengobati yang
ini banyak yang menyaksikan bahwa mamik Azis masuk keraga si sakit ini dan orng
orang yang mengenali sifat sifat beliau yakin betul bahwa yang ini bukan si
anak yang sakit tapi Mamik azis yang meminjam raganya,kalu kita fikir tindak
mungkin secara akal manusia biasa mana mungkin orang lain bisa mengunakan badan
orang lain mustahil pada syara’ itu kata syara’ tapi kat Allah tidak tidak ada
yang mustahil bagi dia,mungkin dalam hati kita bertanya sejauh mankah ilmu yang
dia dalammi ,menurut saya tidak ada ilmu yang ter tinggi tidak ada mantara yang
dahsyat untuk di amalkan kecuali rhido Ilahi kepada insane yang selalu ingat
kepada yang mempunyai ilmu kita pada dasrnya tidak mempunyai apa apa keculi
Dia,apapun bisa trjadi klau sudah Allah berfirman cukup dengan kun fayakun,Kun
kata Allah Faykun kata Muhammad kenapa saya taruh kalimat ini dengan alasan atau
dalil menurut orang orang ahli agama,Aku jadikan dunya ini karna engkau
Muhammad,dan Muhammad itu adalah Rahmatan lil’alamin.
Berikutnya daerah lmbok tengah disana ada orang tua yang mirip sekali dengan kakek buyut saya yang orang lmbok mejulukinya dengan nama bloq jejele,yang nama aslinya baloq minah dia sering di datangi tamu untuk segala urusan pengobatan dan keduniawian entah apa saya cuma datang dua kali dan saya ndak begitu dekat mengenal beliau secara pribadi,tapi dia sering di sebut oleh mamik jogang yang di sukerare.
Sama halnya dengan mamik gondrong yang ada di lingsar lombok barat,yang nama aslinya,Abah hairudin,dia menurut cerita saya dengar dari murid beliau adalah asli lotim,pernah saya dengan guru saya datang ke tempat dia pas ada persiapan putranya yang mau nikah kebetulan saya makan bersama dengan beliau,dan yang lain pun pernah juga barengan makan tapi yang ini lain tempat nasi lauk dan tempat cuci tangannya satu dalam sebuah bejana,menurut bahasa sasaknya idangan/dulang,dan beliau jga mempunyai seorang murid atau siapa saya kurang jelas tau,kalau beliau mau makan sirih/mamak bahasa sasaknya selalu di bikinin ada yang buatin ndk seperti yang lain dia bikinin dirinya sendir,