Rabu, 23 Mei 2012

berbagi pengalaman perjalan manusia saya yang hina


Dengan hati yang tulus dan berbagi pengalaman hidup dalam menempuh arti dari sebuah jati diri yang konon bayak kita dengar dari kalangan sufi.siapa diri ini dan kemana tujuan yang sebernarnya ntuk apa kita berada di dunya ini.bersamaan dengan hal ini saya kutifkan sebuah hadist yang kalangan ummat sare’at membantah akan adanya hadits ini yang artinya: Barang siapa mengenal dirinya maka kenal ia akan Tuhannya.
                Berawal dari sebuah perjalanan hidup tuk mengapai tujuan yang sesungguhnya.saya sedikit bercerita tentang pengalaman saya dalam menuntut ilmu tarekat sampai yang namanya hakekat dan makrifat,dulu ada se orang guru dari perendekan motosio kuripan selatan yangdatang mengajar ke kampong saya dia mengajarkan tarekat qadariah wanaqsabandi dia juga engajarkan ilmu kebatinan selama saya duduk di majlis ini banyak pengalaman yang saya dapati dari saya yang buta sampai melihat hakekat keTuhanan dan banyak saya kenal dari diri saya sendiri islam dan yang di islam kan hidup dan yang di hidupkan semua terlihat jelas tampa ada tirai atau selubung dari diri sya,sebenarnya hakekat dengan makrifat tidak biasa di ajarkan dan mangajar,hakekat dan makrifat biasa kita raih dengan kesucian hati dan ke inginan serta keberanian dalam menjalankan prinsip yang kuat dan mental yang kokoh agar kita tidak terperosok dalam lembah kesyrikan,
Selama saya duduk di majlis saya mendapat berbagai cobaan dan hinaan dari kalangan keluarga yang trdekat ibu’dan bpk saya trutama semua tetangga menghina katanya saya menuntut ilmu yang sesat dan kalangan pemuka agama di kampong saya munghujat dan menentang karna ilmu yang di ajarkan salah.Sejauh ini dalam pandangan saya pribadi tidak ada unsur yang negative atu ajaran menurut mereka yang tidak mengerti akan semua ini karna mereka sibuk dengan urusan orang lain itulah ilmu sara’selalu menjatuhkan hokum yang blum jelas terhadap orang lain dan berani memastikan sebelum ia melihat dimana letak dari permasalahan.saya juga pernah mendalami ilmu fikih dan nahu di pondok pesantren Al-raissiah sekarbela jadi saya faham betul dan tujuan untuk menuntut ilmu itu.saya cotohkan dalam sifat ilmu sara,pertama ingin di puja,kedua selalu merasa bisa,merendahkan orang lain ria’ takabbur.inilah sifatnya ilmu ini karna apa apa kita merasa bisa lupa sama yang bisa yang mempunyai ilmu Yaitu Tuhan pemilik sgalanya.
                Dan mereka mengngap orang lain faham ilmu mengangap orang syrik tapi dia tidak tau lebih syrik mereka menduakan Tuhan dengan ilmu yang mereka bawa padahal ilmu itu tidak kan mampu membawa kita ke tujuan yang sebenarnya karna apa kita mengandalkan ilmu bukan Tuhan.hanya hati yang ihlas dan sifat yang merendah diri terhadap oranglain dan tetap menghambakan diri pada Allah bukan pada yang lain termasuk menghambakan diri pada ilmu insaya Allah kita kan sampai pada tujuan yang hakiki.
Dan satu lagi kita masih bisa di perdaya oleh bahasa padahal dlam Al qurn Allah berfirman di turunkanNya utusan itu menurut bahasa mereka agar mereka faham, jadi bukan dalam bahsa arab saja ini perlu di hayati maknanya karna Allah itu tidak buta tuli dengan bahasa bhasa hambanya,krna dia yang menciptakan mu dan apa yang kamu perbuat.
                Alhamdulillah berkat bimbingan beliau saya menyadari arti dari sebuah hidup walaupun saya blum menduduki martabat yang sebenarnya terserah sama yang memiliki hidup saya karna yang menentukan semua ini adalah Dia yang maha hidup,pada dasarnya kita tidak ada yang ada hanya Allah yang maha esa,dari itu kita di tuntut untuk menngenal dan tau siapa didri kita ini,kita hanya pelantara dan sebenarnya menjadi kesaksian akan adanya Allah.Jadi jangan sekadar tau hokum hokum di but agar di laksanakan bukan untuk di langgar.Tapi apa mereka yang memegang hokum kebanyakan melanggar hkum yang mereka bawa,perlu juga kita fahami apa itu:Allah tidak ada awal tidak ada akhir,Muhammad ada awal tidak ada akhir dan Adam ada awal ada akhir. Nah ini harus kita pahami betul akan maknanya agar kita menjadi se orang hamba dan mengetahwi kita menghambakan diri pada sipa
                Pada suat hari saya di ajak jalan sama guru saya ke tempat orang orang yan di anggap mempunyai kelebihan dan keramat, mulai dari yang di ketejer desa rumak Lombok barat. Orang ini aneh coba anda bayangkan dia tidak memakai sehelai benungpun di badannya apalgi memakai baju.dia seperti anak anak tampa pakaian.kalau kita melihat ini pasti berfikir orang ini sesat dan keluar dari tatanan sare’at pada ummumnya tidak menutupi aurat ini salah dalam pandangan sara’ di sini lah harus kita bisa kaji dengan nalar yang dan fikiran yang cemat.menurut salah seorang yang bisa mengkaji dari apa yang di dapati sesungguhnya kita sewktu lahir tidak memakai pakaian tampa sehelai benang pun di badan kita,jadi kesimpulannya dia mempertahankan apa yang dia bawa dari sejak lahir bhwa dia tidak membawa apa apa selalu bersikap seperti anak anak tidak silau oleh kemewahan dunia ini dan tidak bermegah dan pamer dalam memakai apa yang bukan miliknya.dan tidak akan menutupi cacatnya pada manusia dan terhadap Tuhan yang maha esa.menurut sara’ kita di anjurkan menutupi aurat kita yang sudah ada batasnya laki laki dan perempuan.coba kita kaji menutup aurat yaitu batas yang harus kita jaga dan tutupi dari pandangan manusia, yang menurut saya aurat yang perlu di jaga dalah batasan antra perbuatan kita jangan sampai kita menyakiti oranglin dan mecela sesama dan merampas hak azasi orang lai karna kita sudah mempunyai batasn yang harurus kita jaga.
                Dan yang kedua saya berjalan keselatan barat di pingiran kota gerung disana saya temui laki laki tua yang tangan dan kakinya tidak normal sebelah dia sering di panggil mamik epek yang nama aslinya mamik  minah dia juga pada waktu itu ndak bisa ngomong/bisu,di tempat dialah yang sering saya kunjungi dan dia sering menyuruh saya tuk dating kerumah sayapun tak habis piker untuk apa saya harus datang saya ndak ndak ngerti apa maksud beliau.
Terus sewaktu ada acara di tempat rumah guru saya yang di kuripan,saya bertemu seorang laki laki aneh tampangnya,dia di panggil dengan mamik jogang yang nama aslinya tidak ada yang tau asal usulnyapun barmacam cerita,saya tidak berani dekat ma beliau karna apa alasannya saya takut enth apa yang saya takutkan mungkuin saya sendiri yang merasakan,kalau teman teman yang lain semua pada merapat mendengarkan cerita dan nasehat.beliau tinngal ndak pada satu tempat suka berpindah dulu sewaktu saya menemui beliau untuk mempelajari kunci dari semua ilmu.saya temui beliau di desa dasan empal Lombok tengah,dan yang sekarang beliau tingal di sukerare masih wilyah setempat cuman bergeser sedikit ke utara timur -+2klm dari tmpat semula, konon kabarnya dia pernah menjadi monyet dan di kurung berapa tahun yang lalau,mempunyai pasangan yang sampai sekarang blum di lepas saya pernah datang dimana ia dulu di jaga yaitu di daerah pujut di desa balow rue pujut jonggat.di sana ada se orang wanita yang juga pernah saya datangi bersama guru saya dia di panggil dengan nama bu’tik,yang ini kabarnya saya denger dari guru saya dia adalah seorang putrid dari kayangan yang asal usulnya pun pernah saya di ceritakan oleh guru saya,macam kbar dari yang lain dia adalah jelmaan dari se ekor buaya
Percaya atau tidak terserah sama pribadi masing masing kebenaran ada pada diri kita bukan pada orang lain .
                Di kota perya desa puyung di sana saya juga berkunjung ke rumah mamik dalang tak lupa seperti biasanya saya dan guru saya dateng bersama kawan kawan tapi sayang orangnya tidak ada tapi kedatangan untuk kedua kalinya saya dan guru saya Cuma berdua ahirnya berjumpa dengan mamik dalang,kenapa dia di panggil mamik dalang karna dia seni dalam budaya perwayangan dan se kaligus mejadi dalang,yang nama aslinya L. irwan  orang tua yang satu ini suka berjalan dalam tugas sehari harinya adalah memperbaiki mkam makam para wali yang ada di Indonesia konon dia juga pernah mendatangi makam M.sukarno yang di belitar ,sampai dia pernah datang ke luar wilayah Negara yaitu singapur Malaysia,saya penah bertanya secara langsung kok bisa tau bahwa yang anda perbaiki itu makam seorang wali.?dia jawab sebenernya saya tidak tau tapai pada malam hari dia yang mempunyai makam itu datang sendiri ke tempat saya meminta untuk di perbaiki makamnya,gitu jawabnya,dan sat lagi anehnya dia suka minum tuak sama berem.padahal dalam ajaran agama islam barang yang memabokkan di haramkan,tapi coba kita berpikir dengan jernih kaji dalam dalam  sesuatu yang mamabukan di haramkan,sebenernya banyak yang memabok kan adakah mabok itu bener dan adakah mabok itu salah,menurut saya kita cuman sekedar mnjauhi dari yang kita imani yaitu Al quran tapi kita belum meng kias arti dari keseluruhannya apaun jenis dan perbuatan yang melebihi batas smasih di hiasi dengan sifat keduniaan itu adalah di haramkan,menupuk harta dengan berlebihan itu juga di haramkan kalau kita pandai bersedekah,memakan makanan yang halal di haramkan juga kalau berlebihan,tapi cobalah mabok dengan dan gila dengan yang hak yaitu Allah dan yang pantas di puja adalah Dia.sampai engkau mabok akan dan berlebihan memujinya dalam hal ini tidak ada batasan bagi manusia.asal dngan ke ihlasan,sebagaimana engkau meminum barang yang engkau senangi.
                Masih di wilayah kota peraya nama panggilanya mamik azis yang saya denger nama aslinya R.sukri yang asal usulnya  tidak ada orang yang tau bahkan sampai mertuanya sendiri.orang tua ini sulit sekali rasanya untuk berjumpa bahkan ada penjaga pribadinya sebagai juru bicara untuk tamu yang tujuan dan keperluannya apa.tidak seperti yang lain kita datang dan yang menyambut dia sendiri tapi kalaw mamik azis lain dia beda dengan yang lain walaupun kita sudah duduk,duduknya pun ada berugak tempat husus tamu yan mau bertemu dengan beliau,harus kita menunggu jawaban dulu baru kita bisa bertemu,mamik Azis ini saya denger sering pulang pergi ke Jakarta kalau urusan ada apa di Jakarta saya tidak tau,dan dia di antara orang orang yang saya jumpai lumayan punya hunian yang mewah,ndk seperti yang lain sederhana kadang ada yang masih rumahnya berdinding pagar anyaman dari bambu lantainya tanah,atap dengan alang alang,kebetulan saya pernah di ceritakan oleh yang pernah berobat pada mamik azis masih dari anak guru saya, dia menderita lumpuh tidak bisa berjalan dan tak pernah bangun dari tempat tidurnya berbulan bulan pada waktu itu beliu datang dengan cara gaib tampa ada yang tau kecuali yang sakit ini,dia pernah di lempari buah apel dari gunung renjani dan di makan sama yang sakit,dia sendiri pun pernah meminjam raga yang sakit ini untuk mengobati orang lain anehkan padahal si sakit ini butuh pengobatan bukan mengobati yang ini banyak yang menyaksikan bahwa mamik Azis masuk keraga si sakit ini dan orng orang yang mengenali sifat sifat beliau yakin betul bahwa yang ini bukan si anak yang sakit tapi Mamik azis yang meminjam raganya,kalu kita fikir tindak mungkin secara akal manusia biasa mana mungkin orang lain bisa mengunakan badan orang lain mustahil pada syara’ itu kata syara’ tapi kat Allah tidak tidak ada yang mustahil bagi dia,mungkin dalam hati kita bertanya sejauh mankah ilmu yang dia dalammi ,menurut saya tidak ada ilmu yang ter tinggi tidak ada mantara yang dahsyat untuk di amalkan kecuali rhido Ilahi kepada insane yang selalu ingat kepada yang mempunyai ilmu kita pada dasrnya tidak mempunyai apa apa keculi Dia,apapun bisa trjadi klau sudah Allah berfirman cukup dengan kun fayakun,Kun kata Allah Faykun kata Muhammad kenapa saya taruh kalimat ini dengan alasan atau dalil menurut orang orang ahli agama,Aku jadikan dunya ini karna engkau Muhammad,dan Muhammad itu adalah Rahmatan lil’alamin.
Berikutnya daerah lmbok tengah disana ada orang tua yang mirip sekali dengan kakek buyut saya yang orang lmbok mejulukinya dengan nama bloq jejele,yang nama aslinya baloq minah dia sering di datangi tamu untuk segala urusan pengobatan dan keduniawian entah apa saya cuma datang dua kali dan saya ndak begitu dekat mengenal beliau secara pribadi,tapi dia sering di sebut oleh mamik jogang yang di sukerare.
 Sama halnya dengan mamik gondrong yang ada di lingsar lombok barat,yang nama aslinya,Abah hairudin,dia menurut cerita saya dengar dari murid beliau  adalah asli lotim,pernah saya dengan guru saya datang ke tempat dia pas ada persiapan putranya yang mau nikah kebetulan saya makan bersama dengan beliau,dan yang lain pun pernah juga barengan makan tapi yang ini lain tempat nasi lauk dan tempat cuci tangannya satu dalam sebuah bejana,menurut bahasa sasaknya idangan/dulang,dan beliau jga mempunyai seorang murid atau siapa saya kurang jelas tau,kalau beliau mau makan sirih/mamak bahasa sasaknya selalu di bikinin ada yang buatin ndk seperti yang lain dia bikinin dirinya sendir,

Selasa, 08 Mei 2012

bagi ummat muslim wajib mengetahwi yang satu ini

BAB AIR-AIR
بَابُ اَلْمِيَاهِِ


Hadits No. 1

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda tentang (air) laut. "Laut itu airnya suci dan mensucikan, bangkainya pun halal." Dikeluarkan oleh Imam Empat dan Ibnu Syaibah. Lafadh hadits menurut riwayat Ibnu Syaibah dan dianggap shohih oleh oleh Ibnu Khuzaimah dan Tirmidzi. Malik, Syafi'i dan Ahmad juga meriwayatkannya.
 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْبَحْرِ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ أَخْرَجَهُ الْأَرْبَعَةُ وَابْنُ أَبِي شَيْبَةَ  وَاللَّفْظُ لَهُ وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَرَوَاهُ مَالِكٌ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ



Hadits No. 2

Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya (hakekat) air adalah suci dan mensucikan, tak ada sesuatu pun yang menajiskannya." Dikeluarkan oleh Imam Tiga dan dinilai shahih oleh Ahmad.
 
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ أَخْرَجَهُ الثَّلَاثَةُ وَصَحَّحَهُ أَحْمَدُ



Hadits No. 3

Dari Abu Umamah al-Bahily Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya air itu tidak ada sesuatu pun yang dapat menajiskannya kecuali oleh sesuatu yang dapat merubah bau, rasa atau warnanya." Dikeluarkan oleh Ibnu Majah dan dianggap lemah oleh Ibnu Hatim.
 
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ الْمَاءَ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ إلَّا مَا غَلَبَ عَلَى رِيحِهِ وَطَعْمِهِ وَلَوْنِهِ  أَخْرَجَهُ ابْنُ مَاجَهْ وَضَعَّفَهُ أَبُو حَاتِمٍ



Hadits No. 4

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi: "Air itu suci dan mensucikan kecuali jika ia berubah baunya, rasanya atau warnanya dengan suatu najis yang masuk di dalamnya."
 
وَلِلْبَيْهَقِيِّ الْمَاءُ طَهُورٌ إلَّا إنْ تَغَيَّرَ رِيحُهُ أَوْ طَعْمُهُ أَوْ لَوْنُهُ بِنَجَاسَةٍ تَحْدُثُ فِيهِ



Hadits No. 5

Dari Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Jika banyaknya air telah mencapai dua kullah maka ia tidak mengandung kotoran." Dalam suatu lafadz hadits: "Tidak najis". Dikeluarkan oleh Imam Empat dan dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Hakim, dan Ibnu Hibban.
 
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ الْخَبَثَ وَفِي لَفْظٍ لَمْ يَنْجُسْ  أَخْرَجَهُ الْأَرْبَعَةُ  وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ وَالْحَاكِمُ وَابْنُ حِبَّانَ



Hadits No. 6

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah seseorang di antara kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan junub." Dikeluarkan oleh Muslim.
 
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْتَسِلْ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَهُوَ جُنُبٌ أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ



Hadits No. 7

Menurut Riwayat Imam Bukhari: "Janganlah sekali-kali seseorang di antara kamu kencing dalam air tergenang yang tidak mengalir kemudian dia mandi di dalamnya."
 
َلِلْبُخَارِيِّ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لَا يَجْرِي  ثُمَّ يَغْتَسِلُ فِيهِ



Hadits No. 8

Menurut riwayat Muslim dan Abu Dawud: "Dan janganlah seseorang mandi junub di dalamnya."
 
َوَلِمُسْلِمٍ مِنْهُ  وَلِأَبِي دَاوُد : وَلَا يَغْتَسِلُ فِيهِ مِنْ الْجَنَابَةِ



Hadits No. 9

Seorang laki-laki yang bersahabat dengan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang perempuan mandi dari sisa air laki-laki atau laki-laki dari sisa air perempuan, namun hendaklah keduanya menyiduk (mengambil) air bersama-sama. Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i, dan sanadnya benar.
 
َوَعَنْ رَجُلٍ صَحِبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَغْتَسِلَ الْمَرْأَةُ بِفَضْلِ الرَّجُلِ أَوْ الرَّجُلُ بِفَضْلِ الْمَرْأَةِ وَلْيَغْتَرِفَا جَمِيعًا أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيُّ وَإِسْنَادُهُ صَحِيحٌ



Hadits No. 10

Dari Ibnu Abbas r.a: Bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah mandi dari air sisa Maimunah r.a. Diriwayatkan oleh Imam Muslim.
 
َوَعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَغْتَسِلُ بِفَضْلِ مَيْمُونَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ



Hadits No. 11

Menurut para pengarang kitab Sunan: Sebagian istri Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mandi dalam satu tempat air, lalu Nabi datang hendak mandi dengan air itu, maka berkatalah istrinya: Sesungguhnya aku sedang junub. Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya air itu tidak menjadi junub." Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah.
 
َوَلِأَصْحَابِ السُّنَنِ : اغْتَسَلَ بَعْضُ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَفْنَةٍ فَجَاءَ يَغْتَسِلُ مِنْهَا فَقَالَتْ : إنِّي كُنْت جُنُبًا فَقَالَ : إنَّ الْمَاءَ لَا يَجْنُبُ وَصَحَّحَهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ خُزَيْمَةَ



Hadits No. 12

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sucinya tempat air seseorang diantara kamu jika dijilat anjing ialah dengan dicuci tujuh kali, yang pertamanya dicampur dengan debu tanah." Dikeluarkan oleh Muslim. Dalam riwayat lain disebutkan: "Hendaklah ia membuang air itu." Menurut riwayat Tirmidzi: "Yang terakhir atau yang pertama (dicampur dengan debu tanah).
 
َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طُهُورُ إنَاءِ أَحَدِكُمْ إذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ وَفِي لَفْظٍ لَهُ فَلْيُرِقْهُ وَلِلتِّرْمِذِيِّ  أُخْرَاهُنَّ أَوْ أُولَاهُنَّ



Hadits No. 13

Dari Abu Qotadah Radliyallaahu 'anhu Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda perihal kucing -bahwa kucing itu tidaklah najis, ia adalah termasuk hewan berkeliaran di sekitarmu. Diriwayatkan oleh Imam Empat dan dianggap shahih oleh Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah.
 
َوَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ - فِي الْهِرَّةِ - : إنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إنَّمَا هِيَ مِنْ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ أَخْرَجَهُ الْأَرْبَعَةُ وَصَحَّحَهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ خُزَيْمَة



Hadits No. 14

Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu berkata: "Seseorang Badui datang kemudian kencing di suatu sudut masjid, maka orang-orang menghardiknya, lalu Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang mereka. Ketika ia telah selesai kencing, Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menyuruh untuk diambilkan setimba air lalu disiramkan di atas bekas kencing itu." Muttafaq Alaihi.
 
َوَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : جَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي طَائِفَةِ الْمَسْجِدِ فَزَجَرَهُ النَّاسُ فَنَهَاهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا قَضَى بَوْلَهُ أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَنُوبٍ مِنْ مَاءٍ؛ فَأُهْرِيقَ عَلَيْهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ



Hadits No. 15

Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Dihalalkan bagi kita dua macam bangkai dan dua macam darah. Dua macam bangkai itu adalah belalang dan ikan, sedangkan dua macam darah adalah hati dan jantung." Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah, dan di dalam sanadnya ada kelemahan.
 
َوَعَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ. فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ : فَالْجَرَادُ وَالْحُوتُ وَأَمَّا الدَّمَانِ : فَالطِّحَالُ وَالْكَبِدُ أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَابْنُ مَاجَهْ وَفِيهِ ضَعْفٌ



Hadits No. 16

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila ada lalat jatuh ke dalam minuman seseorang di antara kamu maka benamkanlah lalat itu kemudian keluarkanlah, sebab ada salah satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya ada obat penawar." Dikeluarkan oleh Bukhari dan Abu Dawud dengan tambahan: "Dan hendaknya ia waspada dengan sayap yang ada penyakitnya."
 
َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ فَإِنَّ فِي أَحَدِ جَنَاحَيْهِ دَاءً وَفِي الْآخَرِ شِفَاءً أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ وَأَبُو دَاوُد . وَزَادَ وَإِنَّهُ يَتَّقِي بِجَنَاحِهِ الَّذِي فِيهِ الدَّاءُ



Hadits No. 17

Dari Abu Waqid Al-Laitsi Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Anggota yang terputus dari binatang yang masih hidup adalah termasuk bangkai." Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi dan beliau menyatakannya shahih. Lafadz hadits ini menurut Tirmidzi.
 
َوَعَنْ أَبِي وَاقِدٍ اللَّيْثِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قُطِعَ مِنْ الْبَهِيمَةِ - وَهِيَ حَيَّةٌ - فَهُوَ مَيِّتٌ أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد وَالتِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ وَاللَّفْظُ لَهُ